16 December, 2013

16 Desember 2012..

16 Desember 2012..
Mungkin ini tidak penting. Ya, setidak penting tulisanku yang lain yang terus dan melulu tentangnya. Hari itu, mungkin hujan yang sama turun.. hanya saja.. dia yang ada di  pikiranku. Bukan kamu. Tapi dia. Sore kala itu, aku masih merindunya. Masih mengharap hadirnya di antara hujan yang turun membasahi Banjarnegaraku. Mungkin pula, saat itu aku mengharap pesan darinya. Tapi... kali ini berbeda. Aku sudah cukup merasakan bahagia bersamamu. Aku sudah cukup merasakan hangatnya perhatianmu. Yaa.. ku akui, aku selalu ingin lebih. Tapi. Tidak. Aku tidak bisa berharap seperti itu padamu.
Denganmu, aku mengenal batasan. Apa yang masih bisa aku harapkan dan apa yang harusnya aku lepaskan. Denganmu, aku mengerti hidup. Bahwa tak selamanya hanya hitam dan putih yang mewarnai. Denganmu, aku paham sekelilingku. Bahwa bukan hanya aku butuh dia, tetapi dia butuh aku.
Jika harus mengucapkan terima kasih... seribu terima kasih pun tak akan bisa cukup. Rasa sayang yang kini ada, hanyalah sepersekian dari yang harusnya kau dapatkan. Entah bagaimana aku memberikan kasih sayang ini.. aku terlalu hina untuk mengatakannya, terlalu malu untuk menunjukannya dan terlalu pening untuk memendamnya.
Aku berharap, akan ada waktunya dimana aku bisa mengungkapkan semua dan membuatmu mengerti. Bahwa sesungguhnya, aku sayang padamu :)

No comments:

Post a Comment