24 April, 2014

Sama tapi.. berbeda.

Hari ini.. suasana yang hampir sama dengan beberapa bulan yang lalu tapi berbeda. Tak perlu ku hitung, karena aku.. sudah mencoba melupakannya hari demi hari. Sore ini.. aku begitu merindukan sore kala itu. Ketika aku bisa menyebutkan aku dan kamu sebagai kita. Hari ini bahan pembicaraan kami pun, hampir sama tapi berbeda. Kami duduk berkeliling di dekat perpustakaan baru, suasana dingin sedikit menghangat karena canda tawa yang tercurahkan. Tapi hatiku tidak. Hatiku semakin dingin. Saat menyadari ketiadaan hadirmu disini. Semuanya terasa begitu kosong. Tawaku hanyalah kebohongan belaka. Berpura-pura berkonsentrasi, tapi pikiranku hanya tertuju padamu. Berpura-pura pergi ke kamar mandi, padahal aku hanya ingin menyeka air mata yang sudah tak bisa lagi ku simpan sendiri. Lalu.. bagaimana denganmu? Kau baik, bukan? Kau makan dengan teratur, kan? Bagaimana dengan jam istirahatmu? Lebih baik dari saat masih mengenalku, kan? Ah! Bagaimana dengan pertemuanmu dengan Sang Pencipta? Kalau yang satu itu.. aku yakin kau menjalankannya dengan sangat baik! Lalu.. ah.. ini menyakitkan. Bagaimana hubunganmu dengan perempuan idaman yang kau tunggu itu? Aku tidak ingin munafik. Hatiku selalu berdetak lebih kencang saat mengingatnya. Aku mungkin sedih karena kau memilihnya, tapi aku harus bahagia. Benar, kan? Bukankah aku sudah pernah berkata, bahagiamu adalah bahagiaku juga. Sudahlah. Hari sudah semakin sore. Saatnya aku beranjak dari dinginnya hatiku sore ini. Sampai jumpa.. kamu.

No comments:

Post a Comment